x
Dikirim oleh adminmardiwaluyo pada 5 August 2020

PARADIGMA BARU KESEHATAN ANAK DI ERA NEW NORMAL

Oleh dr. DEWI ASTASARI Sp.A.

 

 

Setiap tanggal 1 – 7 Agustus diperingati sebagai World Breastfeeding Week (WBW). WBW merupakan salah satu upaya dunia untuk mengkampanyekan pentingnya pemberian ASI. Tema yang diangkat pada peringatan WBW di tahun 2020 ini adalah “Support breastfeeding for a healthier planet” atau bila diterjemahkan” Mendukung ASI untuk pemulihan bumi”. World Health Assembly telah menyatakan bahwa ASI adalah hak bayi. Undang-undang Kesehatan Indonesia juga menyatakan bahwa barangsiapa yang dengan sengaja menghalangi ibu untuk memberikan ASI kepada anaknya akan mendapatkan hukuman.

        Dalam perkembangannya pengetahuanmasyarakat akan pentingnya ASI juga semakin meningkat sehingga sudah semakin banyak permintaan ibu untuk bisa menyusui bayinya secara ekslusif. Untuk bisa memenuhi permintaan masyarakat ini maka diperlukan pengetahuan bagaimana bisa membantu para orang tua agar pemberian ASI bisa dilakukan dan menjaga agar pertumbuhan dan perkembangan bayi juga terjaga dengan baik.

 

Mengapa menyusui penting?

Bagi anak :

  • ASI mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan bayi dengan tepat
  • ASI mudah dicerna dan secara efisien digunakan oleh tubuh bayi
  • ASI melindungi bayi terhadap infeksi, yang sangat penting bagi bayi baru lahir
  • ASI berdampak pada kesehatan jangka panjang, seperti mengurangi resiko obesitas dan alergi

Semua susu lainnya berbeda, dan tidak cukup baik untuk bayi manusia

 

Bagi ibu:

  • Membantu ibu dan bayi untuk bonding- yaitu mengembangkan hubungan yang dekat, dan penuh kasih
  • Membantu perkembangan bayi
  • Dapat menunda kehamilan baru
  • Melindungi kesehatan ibu dengan cara :
  • Membantu rahim kembali ke ukuran semula. Hal ini mengurangi perdarahan dan dapat membantu mencegah anemia
  • Mengurangi resiko kanker payudara dan kanker ovarium dan diabetes tipe 2
  • Menyusui lebih murah dibandingkan makanan buatan, termasuk lebih sedikit biaya untuk perawatan kesehatan
  • Tidak menghasilkan limbah, sehingga lebih aman bagi lingkungan

 

KEUNTUNGAN PSIKOLOGIS MENYUSUI

Ikatan emosional

  • Dekat hubungan kasih sayang ntara ibu dan bayi
  • Ibu lebih puas secara emosional
  • Bayi kurang menangis
  • Perilaku ibu yang lebih mencintai
  • Mengurangi keinginan untuk menyiksa dan menelantarkan bayi

Perkembangan

  • Anak menunjukkan tingkat kecerdasan yang lebih
  • Perilaku bermasalah pada anak berkurang

 

Menyusui dengan benar

Ada 2 hormon yang berperan penting dalam keluarnya ASI

1. Hormon Prolaktin

Hormon prolactin pentinguntuk mengawali produksi ASI setelah melahirkan, dan mempertahankan atau meneruskan produksi ASI. Setelah melahirkan hormone prolactin mulai bekerja sehingga ibu merasakan bahwa payudara terasa penuh dan mengeluarkan ASI yang disebut Colostrum dalam jumlah sedikit. Namun jumlah sedikit itulah yang bayi perlukan segera setelah lahir.

Ketika bayi menyusup ada satu payudara, makan rangsangan sensorikdari putting payudara tersebut dikirim ke otak. Sebagai jawabannya maka otak mengeluarkan hormone prolactin untuk memproduksi ASI. Sebagian besar hormone prolactin berada dalam darah selama kurang lebih 45 menit setelah penyusuan.

Hormon prolactin lebih banyak diproduksi di malam hari, karena itu menyusui terutama di malam hari membantu menjaga pasokan ASI. Prolaktin membuat ibu merasa nyaman, dan kadang mengantuk; karena itu ibu biasanya beristirahat dengan baik meski menyusui di malam hari. Hormon yang berkaitan dengan prolactin menekan ovulasi, karena itu menyusui dapat membantu menunda kehamilan baru.

 

2. Hormon Oksitosin

                Ketika bayi menyusu, rangsangan sensorik dari putting dikirim ke otak. Sebagai jawabannya, otak mengeluarkan hormone oksitosin. Hormon ini membuat ASI mengalir keluar untuk diminum. Oksitosin kadang disebut ‘hormon cinta’ karena dapat membuat seorang ibu merasa cinta kepada bayinya dan tenang. Pengaruh ini penting untuk bonding dengan bayi dan memiliki rasa keibuan. Ibu yang memberikan botol kepada bayinya mungkin tidak memiliki rasa yang sama.

                Faktor yang berperan dalam pengeluaran hormone oksitosin adalah perasaan yang positif, misalnya perasaan senang dan puas terhadap bayinya, atau memikirkan bayinya dengan penuh kasih, dan merasa percaya diri bahwa ASInya adalah yang terbaik untuk bayinya. Sedangkan perasaan negative seperti cemas, marah, khawatir bahwa ia tidak punya cukup ASI dapat menghambat reflek oksitosin dan menghentikan ASI mengalir.

   Tanda-tanda bahwa reflek oksitosin aktif adalah :

  • ASI mengalir dari payudara saat ia memikirkan bayinya, atau mendengar bayinya menangis
  • ASI menetes pada payudara yang lain ketika bayi menyusu
  • Adanya nyeri yang berasal dari kontraksi Rahim. Kontraksi ini membantu mengurangi perdarahan
  • Isapan yang lambat dalam tegukan oleh bayi, menunjukkan ASI mengalir ke dalam mulutnya
  • Ibu merasa haus

 

Pelekatan pada payudara yang benar

Untuk mengeluarkan ASI secara efisien bayi perlu menghisap dengan cara yang benar.

Posisi yang benar dalam menyusui

  • Posisi muka bayi menghadap payudara
  • Perut/dada bayi menempel pada perut/ dada ibu
  • Seluruh badan bayi menghadap ke badan ibu sehingga telinga bayi membentuk garis lurus dengan lengan bayi dan leher lurus, kepala tidak menoleh ke kanan atau ke kiri.

Tanda-tanda pelekatan pada payudara yang benar :

  • Areola atas tampak lebih banyak di atas mulutnya daripada di bawah mulutnya
  • Mulutnya terbuka lebar, bukan mecucu
  • Bibir bawahnya berputar keluar (ndower)
  • Dagu bayi menyentuh payudara
  • Pipi bayi membulat dansaatbayi menghisap akan terdengar suara tegukan ASI yang tertelan
  • Tidak terdengar suara decakan

 

Bila bayi tidak melekat dengan baik, dan hanya ‘mengisap putting’, maka ibu akan kesakitan, dan menyebabkan putting lecet, menyebabkan putting retak. Akibatnya pengeluaran ASI tidak efektif, sehingga payudara ibu menjadi bengkak. Bayi mungkin tidak puas karena ASI mengalir dengan lamban. Ia mungkin sering menangis, dan ingin sering menyusu, atau menghisap lama sekali setiap kali menyusu. Bayi itu mungkin tidak mendapat cukup ASI. Ia mungkin sangat frustasi sehingga menolak menyusu sama sekali. Ia mungkin gagal menambah berat badan

Beberapa penyebab pelekatan yang buruk diantaranya adalah penggunaan botol sebelum bayi pintar menyusu ke payudara ibunya atau sebagai tambahan setelah menyusui, bayi merupakan anak pertama sehingga ibu kurang berpengalaman, bayi kecil dan lemah, payudara bengkak akibat terlambat mulai menyusui, kurangnya bantuan tradisional dan dukungan masyarakat.

 

Meningkatkan suplai ASI

Beberapa langkah yang dapat ditempuh agar ibu berhasil  menyusui antara lain:

  • Kelas edukasi laktasi saat sebelum melahirkan
  • Inisiasi Menyusui Dini (IMD) segera setelah lahir dengan cara membiarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu setidaknya minimal selama 1 jam atau lebih atau sampai menyusu awal selesai
  • Rawat gabung. Ibu dan bayi tidak dipisahkan sehingga bayi sering menyusu ke ibu
  • Tidak memberikan minuman atau makanan tambahan lain selain ASI
  • Pemberian ASI tanpa jadwal (sesuai permintaan ataupun kemauan bayi)
  • Tidak menggunakan dot atau empeng karena akan mengakibatkan ‘bingung putting’
  • Menyusui dengan posisi menyusui yang benar sehingga menghasilkan pelekatan bayi pada payudara yang benar

 

Tanda-tanda bahwa bayi mendapat cukup ASI

Tanda bahwa bayi mendapat cukup ASI adalah :

  1. Produksi ASI akan berlimpah pada hari ke-2 sampai ke-4 setelah melahirkan, Nampak dengan payudara bertambah besar, berat, lebih hangat dan seringkali ASI menetes dengan spontan
  2. Bayi menyusu 8 - 12 kali sehari, dengan pelekatan yang benar pada setiap payudara dan menghisap secara teraturselama minimal 10 menit pada setiap payudara.
  3. Bayi akantampak puas setelah menyusu dan seringkali tertidur pada saat menyusu, terutama pada payudara yang kedua
  4. Frekuensi buang air kecil (BAK) bayi> 6 kali sehari. Urin berwarna jernih, tidak kekuningan. Butiran halus kemerahan (yang mungkin berupa Kristal urat pada urin) merupakan salah satu tanda ASI kurang.
  5. Frekuensi buang air besar (BAB) > 4 kali sehari dengan volume paling tidak 1 sendok makan, tidak hanya berupa noda membekas pada popok bayi, pada bayi usia 4 hari sampai 4 minggu. Sering ditemukan bayi yang BAB setiap kali menyusu, dan hal ini merupakan hal yang normal
  6. Feses berwarna kekuningan dengan butiran-butiran berwarna putih susu diantaranya (seedy milk), setelah bayi berumur 4 sampai 5 hari. Apabila setelah bayi berumur 5 hari, fesesnya masih berupa mekoneum (berwarna hitam seperti ter), atau transisi antara hijau kecoklatan, mungkin ini merupakan salah satu tanda bayi kurang mendapat ASI.
  7. Putting payudara akan terasa sedikit sakit pada hari-hari pertama menyusui. Apabila sakit ini bertambah dan menetap setelah 5 - 7 hari, lebih-lebih apabila disertai dengan lecet, hal ini merupakan tanda bahwa bayi tidak melekat dengan baik saat menyusu. Apabila tidak segera ditangani dengan membetulkan posisi dan pelekatan bayi maka hal ini akan menurunkan produksi ASI
  8. Berat badan bayi tidak turun lebih dari 10% disbanding berat lahir
  9. Berat badan bayi kembali seperti berat lahir pada usia 10 sampai 14 hari setelah lahir.