x
Dikirim oleh adminmardiwaluyo pada 24 June 2021

Hidup berkualitas dengan penyakit ginjal merupakan tema hari ginjal sedunia tahun ini yang jatuh pada minggu kedua bulan Maret, yaitu hari Kamis tanggal 11 Maret 2021 kemarin. Tema tersebut diangkat untuk meningkatkan pendidikan dan kesadaran tentang manajemen gejala penyakit ginjal yang efektif dan pemberdayaan pasien, dengan tujuan akhir mendorong partisipasi hidup sehingga memiliki hidup yang berkualitas meski memiliki sakit ginjal. Diagnosa dan tatalaksana penyakit ginjal merupakan tantangan besar yang sangat berdampak bukan hanya pada pasien tapi juga orang-orang di sekitarnya terutama pada penyakit ginjal stadium lanjut.Dukungan dari berbagai pihak terutama saat pandemi seperti ini sangat dibutuhkan terutama pada pasien yang bergantung pada dialisis dan transplantasi. Keterbatasan daam aktivitas sehari-hari yang bertambah karena adanya pandemi sambil mengatasi sejumlah efek samping yang bermasalah seperti depresi, kelelahan, nyeri, gangguan tidur, gangguan kognisi, masalah pencernaan dan lain-lain. Janganlah berpikir bahwa penyakit ginjal stadium lanjut hanya dapat mengenai orang-orang dewasa dan tua, tapi juga terjadi pada anak-anak dengan kondisi tertentu. Untuk memberikan dukungan tersebut diperlukan pengetahuan tentang penyakit dan tatalaksananya baik dari pihak pasien dan keluarga, sehingga komunikasi dengan tenaga medis juga diperlukan untuk mengambil keputusan yang tepat.

Tujuan peringatan secara umum juga untuk meningkatkan kewaspadaan tentang pentingnya kesehatan ginjal, juga mencegah penyakit ginjal. Menilik laporan dari data Riset Kesehatan Dasar dan Indonesia Renal Registry ada peningkatan tajam jumlah pasien baru penyakit ginjal. Pasien yang mengakses layanan hemodialisis sebagai salah satu terapi pengganti ginjal juga meningkat, Namun fasilitas ini terbatas dan belum merata di semua wilayah Indonesia. Oleh karena itu pencegahan dan diagnosis dini sangat penting. Diagnosis dini bisa mencegah perburukan dan menekan biaya kesehatan. Penurunan fungsi ginjal sendiri tidak akan menimbulkan gejala sampai sisa fungsi ginjal sudah dibawah 15%. Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala terutama pada pasien-pasien dengan penyakit yang bisa berdampak kepada penurunan fungsi ginjal, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

Berbagai upaya pencegahan penyakit ginjal yang bisa dilakukan antara lain :

  1. Olah raga yang teratur
  2. Mengontrol faktor resiko seperti tekanan darah tinggi dan diabetes
  3. Menerapkan pola makan sehat
  4. Menjaga asupan cairan yang seimbang
  5. Tidak merokok
  6. Tidak mengkonsumsi obat-obat tertentu yang berpotensi mengganggu fungsi ginjal
  7. Mengenali kondisi diri sendiri, salah satunya faktor resiko, seperti keturunan dari penderita hipertensi, diabetes

                                               

Apabila memang sudah terdiagnosis dengan penyakit ginjal segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengambil keputusan yang tepat agar tidak memperparah fungsi ginjal. Terutama pada penyakit ginjal stadium lanjut dimana membutuhkan terapi pengganti ginjal