x
Dikirim oleh adminmardiwaluyo pada 8 September 2020

GAGAL JANTUNG

dr. VIANNEY TEDJAMULIA Sp.Biomed.SP.JP.

 

 

Gagal jantung merupakan penyakit cukup banyak ditemui di masyarakat dan sering tidak disadari oleh penderitanya. Penyakit ini memiliki gejala umum berupa sesak. Namun yang menjadi masalah adalah sesak bisa menjadi gejala dari beberapa penyakit lainnya sehingga menyulitkan bagi orang awam untuk membedakan apakah sesak yang diderita sebagai gejala gagal jantung ataukah penyakit lainnya.

Gagal jantung merupakan suatu kegagalan jantung untuk memompa darah. Jantung mempunyai fungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Pada gagal jantung klasik dimana fungsi jantung turun (kemampuan pompanya) jantung memiliki penurunan kemampuan memompakan darah ke seluruh tubuh. Sehingga darah akan tertahan di belakang sebelum jantung dan terjadi penumpukan darah yang seharusnya dikirim.

Salah satu gejala gagal jantung adalah penumpukan cairan akibat darah yang seharusnya dikirim ke seluruh tubuh tertahan di belakang di bagian paru. Tekanan di paru menyebabkan air masuk ke paru sehingga merasakan sesak ketika beraktifitas. Pada pasien yang sudah berat, ketika mereka tidur terlentang, dada terasa sesak dan membutuhkan 3 sampai 4 bantal untuk tidur. Pada kondisi yang lebih lanjut gejalanya bisa mengenai organ tubuh seperti perut bengkak, mual muntah, nafsu makan menurun, kaki bengkak seperti balon air di bagian betis ke bawah.

Gagal jantung bisa disebabkan jantung koroner (penyumbatan), kelainan klep jantung baik di usia tua maupun muda, penyakit jantung bawaan, dan efek samping kemoterapi.

Jika sudah terindikasi gagal jantung, untuk pemeriksaan awal gagal jantung bisa dilakukan melalui foto rontgen, rekam jantung, dan pemeriksaan darah/ laborat untuk memeriksa penyakit tambahan. Setelah dipastikan gejala pasien mengarah ke gagal jantung akan dilakukan pengobatan gagal jantung dan pemeriksaan lanjutan dengan EKG/ USG jantung untuk memastikan kondisi pasien dan menentukan tindakan selanjutnya.

Obat kunci penanganan gagal jantung adalah dengan diberikannya obat hipertensi untuk meringankan beban jantung dan pemberiannya tidak boleh dihentikan secara mendadak walaupun tensinya sudah turun ataupun tidak memiliki tensi tinggi karena dikhawatirkan akan menyebabkan perburukan mendadak pada jantung. Obat yang harus dipertahankan untuk dikonsumsi oleh pasien adalah inhisibitor/ arb dan beta-blockers dan tidak ada kaitannya dengan hipertensi, dan terkadang dosis harus dinaikkan sampai dosis tertinggi meskipun tensi sudah normal.

Dokter jantung akan memberikan saran sesuai penyebab dasar dari gagal jantung pasien. Bila penyebabnya adalah jantung koroner maka target selanjutnya mengirim pasien untuk melakukan kateterisasi jantung untuk melihat ada yang buntu atau tidak. Penyebab kedua, kelainan katup. Pada gagal jantung dengan penyebab kelainan katup juga akan dilihat dari jenis kelainannya misal klep bocor atau kaku. Bila terjadi gejala berat satu-satunya pengobatan dapat dilakukan dengan operasi pembukaan klep.

Pasien gagal jantung harus melakukan perubahan pola hidup mulai dari pola makan contoh pembatasan asupan garam, mengurangi konsumsi karbohidrat, daging merah dan jerohan, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta lebih baik mengkonsumsi makanan tim/ rebus daripada makanan yang digoreng. Bila harus mengkonsumsi makanan yang digoreng sebaiknya menggunakan minyak zaitun. Pasien juga harus cukup beristirahat, minimal 6 jam sehari. Serta tidak lupa untuk melakukan olahraga ringan tipe aerobik seperti sepeda, sepeda statis, jogging, jalan santai, dan berenang. Idealnya olah raga dapat dilakukan selama 10 – 30 menit/ hari dengan frekuensi 4-5 kali dalam seminggu. Satu hal yang harus benar-benar dihindari oleh pasien gagal jantung adalah rokok.

Adapun tujuan pengobatan dan operasi pada pasien gagal jantung adalah untuk memperbaiki kualitas hidup pasien, mengurangi perburukan dan menaikkan harapan hidup pasien. Hal ini bisa tercapai bila pasien patuh berobat dan mengkonsumsi obat secara rutin serta tidak boleh putus mendadak/ menghentikan konsumsi obat karena bisa menyebabkan perburukan.

Yang harus dihindari adalah pasien jatuh ke tahap gagal jantung stadium akhir (refrakter). Karena bila sampai pada stadium akhir, angka harapan hidup pasien akan buruk. Menurut penelitian, bagi pasien gagal jantung stadium akhir satu-satunya pengobatan adalah transplantasi jantung, yang hingga saat ini belum bisa dilakukan di Indonesia.